Langsung ke konten utama

Pantun Sumpah Pemuda

(By: Erwin Hartono)

Trans metro Pekanbaru dikemudi teman
Naik bus ke Tenayan Raya
Anak muda milenia harus cekatan
Itulah semangat  sumpah pemuda

Makan lontong pecal dengan piring
Di tepi Sungai Siak sambil bercanda
Sumpah pemuda jadi penting
Penyatu muda mudi bangsa

Hari senin upacara bendera
Bendera menjulang tinggi ke udara
Walau Indonesia sudah merdeka
Semangat sumpah pemuda terus dibina

Pagi-pagi berangkat ke sekolah
Ke sekolah naik sepeda
Jadilah pemuda yang pantang menyerah
Karena itu citra anak bangsa

Ke pasar buah beli semangka
Buah semangka dibelikan guru
Jika kita mengaku anak Indonesia
Sumpah Pemuda jadi semangat bersatu

Ayam jantan ayam betina
Ayam berlari mengejar bayangan
Jika kita mengaku cinta Indonesia
Junjunglah bahasa persatuan

Jalan jalan ke sungai duku
Singgah sebentar di cahaya bunda
Bersekolah kita menuntut ilmu
Bekal pemuda meraih cita-cita

Pergi ke CBS untuk belajar
Belajar untuk memperoleh ilmu
Semangat sumpah pemuda 28 Oktober
Para siswa CBS jadi pemersatu



Pekanbaru, 17 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru