Langsung ke konten utama

Anak Zaman Sumpah Pemuda

(Karya: Erwin Hartono)

Desing semangat sumpah pemuda itu
kembali kita peringati
dengan aksara tanpa kata

Di sana, kuukir senja untuk republik ini
kuberi pelangi pada cakrawalanya
dengan bulan dan bintang mengihiasi
sambil kuselipkan kertas perdamaian
walau dalam mimpiku
perjuangan itu belum tuntas

Siapakah lagi yang akan melukisnya
sesuai keindahan hati masing-masing
siapakah lagi yang memahatkannya
di sanubari anak bangsa

Pemuda yang dulu tegar
memperjuangkan persatuan ini
tak membuat rakitan malapetaka
dikeheningan bungkusan perdamaian
dalam sukacita kita menyatukan aksara
yang kerap disalahtafsirkan
sebab sumpah pemuda itu
masih tetap berkumandang saat ini
walau perbedaan itu
kerap berubah warna
jangan jadi perpecahan
pemuda adalah pemersatu
ujung tombak persatuan.
           
            Pekanbaru, 14 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru