Langsung ke konten utama

Bayi Persatuan


(Karya: Erwin Hartono)

Hingga saat ini
kita masih saksikan pertikaian
memperjuangakan peta negeri sendiri
menyusun perbedaan
menyusun takdir manusia
sebab masing-masing kita
sudah saling hujat dan benci

Ke mana.....ke mana.....ke mana
kesatuan itu
di mana, di mana, di mana.....
persatuan itu
hanya kebencian, hanya caci maki
yang kalian ajarkan
kalian pertontonkan di media sosial
tregedi negeri abad ini
masuki gerimis oktober
solusi persatuan itu
kita pahat jadi ukiran indah
yang takkan terhapus
tentang konsep persatuan
tentang dasar kesatuan
persatuan dan kesatuan
Hari ini, menuju Indonesia bersatu
majulah Indonesia
lewat rajutan menawan
kelahiran bayi persatuan
berbagai bentuk perbedaaan
kembali rujuk
dalam wadah sumpah pemuda.


Pekanbaru, 14 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...