Langsung ke konten utama

Bayi Persatuan


(Karya: Erwin Hartono)

Hingga saat ini
kita masih saksikan pertikaian
memperjuangakan peta negeri sendiri
menyusun perbedaan
menyusun takdir manusia
sebab masing-masing kita
sudah saling hujat dan benci

Ke mana.....ke mana.....ke mana
kesatuan itu
di mana, di mana, di mana.....
persatuan itu
hanya kebencian, hanya caci maki
yang kalian ajarkan
kalian pertontonkan di media sosial
tregedi negeri abad ini
masuki gerimis oktober
solusi persatuan itu
kita pahat jadi ukiran indah
yang takkan terhapus
tentang konsep persatuan
tentang dasar kesatuan
persatuan dan kesatuan
Hari ini, menuju Indonesia bersatu
majulah Indonesia
lewat rajutan menawan
kelahiran bayi persatuan
berbagai bentuk perbedaaan
kembali rujuk
dalam wadah sumpah pemuda.


Pekanbaru, 14 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru