Langsung ke konten utama

Bayi Persatuan


(Karya: Erwin Hartono)

Hingga saat ini
kita masih saksikan pertikaian
memperjuangakan peta negeri sendiri
menyusun perbedaan
menyusun takdir manusia
sebab masing-masing kita
sudah saling hujat dan benci

Ke mana.....ke mana.....ke mana
kesatuan itu
di mana, di mana, di mana.....
persatuan itu
hanya kebencian, hanya caci maki
yang kalian ajarkan
kalian pertontonkan di media sosial
tregedi negeri abad ini
masuki gerimis oktober
solusi persatuan itu
kita pahat jadi ukiran indah
yang takkan terhapus
tentang konsep persatuan
tentang dasar kesatuan
persatuan dan kesatuan
Hari ini, menuju Indonesia bersatu
majulah Indonesia
lewat rajutan menawan
kelahiran bayi persatuan
berbagai bentuk perbedaaan
kembali rujuk
dalam wadah sumpah pemuda.


Pekanbaru, 14 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru