Langsung ke konten utama

Tembok Berlin Baru Negeriku

(Karya: Erwin Hartono)

Berapa panjang lagi kisah pilu
yang menghantam nurani kemanusiaan
sementara hari semakin uzur
menapaki usia senja
sebab luka sudah terlalu lama menganga
mengeluarkan air mata dan darah

Sudahkah republik ini aman dari pertikaian
padahal tenaga kita semakin berkurang
di dalam membangun monumen kesetiaan
ikrar kebersamaan yang kerap kita bunyikan
rontok di makan hari-hari yang semakin tua

Bahkan tembok berlin baru
terbangun di wajah Indonesia
sungguh rentan persatuan itu
menunggu waktu
seberapa lama lagi
luka itu sembuh dan mengering
dari bermacam konflik
bermacam perbedaan
walau berbeda tetap satu jua.

            Pekanbaru, 14 Oktober 2019





Komentar