Langsung ke konten utama

Tembok Berlin Baru Negeriku

(Karya: Erwin Hartono)

Berapa panjang lagi kisah pilu
yang menghantam nurani kemanusiaan
sementara hari semakin uzur
menapaki usia senja
sebab luka sudah terlalu lama menganga
mengeluarkan air mata dan darah

Sudahkah republik ini aman dari pertikaian
padahal tenaga kita semakin berkurang
di dalam membangun monumen kesetiaan
ikrar kebersamaan yang kerap kita bunyikan
rontok di makan hari-hari yang semakin tua

Bahkan tembok berlin baru
terbangun di wajah Indonesia
sungguh rentan persatuan itu
menunggu waktu
seberapa lama lagi
luka itu sembuh dan mengering
dari bermacam konflik
bermacam perbedaan
walau berbeda tetap satu jua.

            Pekanbaru, 14 Oktober 2019





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...