Langsung ke konten utama

Atas Nama Persatuan

(Karya: Erwin Hartono)

Musim berganti Oktober
detik, jam dan tanggal sampai hitungan 28
sebuah persatuan itu terucap
kita bagun dari perbedaan
suku, agama, dan bahasa
sebuah momentum Oktober
yang sudah 91 tahun diperingati
persatuan itu
persatuan yang terus dibina
haruskah kita rusak hanya demi sebuah kepentingan

Demi politik orang mengatasnamakan persatuan
demi jabatan eksekutif orang membawa nama persatuan
jubah persatuan terlalu gampangan dijual
banyak yang jadi pahlawan persatuan
di negara kesatuan Republik Indonesia
bahwa persatuan itu bukan untuk diucap
persatuan itu bukan hanya simbol
bukan patung atau monumen tanpa makna
persatuan itu menumental
puncak marwah bersama
atas nama persatuan dan kesatuan.


                Pekanbaru, 14 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...