Langsung ke konten utama

Atas Nama Persatuan

(Karya: Erwin Hartono)

Musim berganti Oktober
detik, jam dan tanggal sampai hitungan 28
sebuah persatuan itu terucap
kita bagun dari perbedaan
suku, agama, dan bahasa
sebuah momentum Oktober
yang sudah 91 tahun diperingati
persatuan itu
persatuan yang terus dibina
haruskah kita rusak hanya demi sebuah kepentingan

Demi politik orang mengatasnamakan persatuan
demi jabatan eksekutif orang membawa nama persatuan
jubah persatuan terlalu gampangan dijual
banyak yang jadi pahlawan persatuan
di negara kesatuan Republik Indonesia
bahwa persatuan itu bukan untuk diucap
persatuan itu bukan hanya simbol
bukan patung atau monumen tanpa makna
persatuan itu menumental
puncak marwah bersama
atas nama persatuan dan kesatuan.


                Pekanbaru, 14 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru