Langsung ke konten utama

Proses Terjadinya Pelangi

 


Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi berupa cahaya warna-warni paralel yang tampak di langit. Fenomena indah ini biasanya terlihat setelah hujan reda dan matahari kembali bersinar. Pelangi merupakan salah satu pemandangan alam yang menakjubkan karena membentuk busur spektrum besar di langit dengan warna-warna ikonik seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. (pernyataan umum)

Proses terbentuknya pelangi terjadi karena adanya pembiasan cahaya matahari oleh titik-titik air hujan di atmosfer. Ketika sinar matahari melewati tetesan air hujan, cahaya tersebut akan dibelokkan (dibiaskan) menuju bagian tengah tetesan air. Di dalam tetesan air tersebut, cahaya putih matahari akan terbagi dan terurai menjadi spektrum warna yang berbeda-beda.

Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda, sehingga berbelok pada sudut yang berbeda pula. Warna merah memiliki sudut belok paling kecil sehingga berada di paling atas, sedangkan warna ungu memiliki sudut belok paling besar sehingga berada di bagian paling bawah pelangi. Cahaya warna-warni ini kemudian memantul di dinding belakang tetesan air dan keluar kembali ke udara. Akibatnya, kita dapat melihat warna-warni pelangi yang melengkung indah di langit. (deretan penjelas)

Secara singkat, pelangi bukanlah hal gaib, melainkan murni fenomena ilmiah yang melibatkan interaksi antara cahaya matahari dan air. Kita hanya bisa melihat pelangi jika posisi kita berada di antara matahari dan tetesan air hujan, dengan matahari berada di belakang kita. Oleh karena itu, pelangi merupakan bukti nyata bagaimana hukum fisika tentang cahaya dapat menciptakan keindahan visual di alam semesta. (interpretasi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...

The Great Stop: Dunia Tanpa Rotasi

Cerpen Sains Karya: Erwin Hartono Bagian 1: Hari Ketika Waktu Mati Bunyi sirene global raung-meraung membelah langit malam Sumatra yang pekat. Detik itu, jam dinding digital di ruang tamu Alvaro (17 tahun) dan adiknya, Alvari (11 tahun), menunjukkan pukul 21.00 WIB. Namun, jarum jam tak lagi berarti. Di luar, langit malam mendadak memerah darah. Sebuah meteor masif—yang kemudian dinamai Hypnos—menghantam belahan bumi barat dengan kecepatan hipersonik, tepat dari arah yang berlawanan dengan rotasi bumi. Hantaman itu tidak menghancurkan kerak bumi menjadi serpihan, tetapi energinya cukup untuk melakukan satu hal yang mustahil: mengerem putaran bumi hingga berhenti total dalam hitungan menit. "Alvaro! Pegangan!" teriak Alvari histeris. Efek inersia langsung menghajar mereka. Tubuh kedua remaja itu terlempar dahsyat ke arah timur, menghantam dinding rumah. Di luar, suara gemuruh maut terdengar. Angin badai supersonik berkecepatan lebih dari 1.500 km/jam menyapu permukaan bumi. Ru...