Langsung ke konten utama

Pentingnya Membatasi Waktu Bermain Game Online

 Oleh: Tiara (siswa kelas 6)

 

Menurut saya, fenomena game online di kalangan anak-anak zaman sekarang sudah berada di tingkat yang cukup mengkhawatirkan. Saat ini, hampir semua teman sekelas saya memiliki gawai (smartphone) sendiri. Akibatnya, waktu luang yang seharusnya digunakan untuk belajar atau bermain di luar rumah bersama teman-teman, habis hanya untuk menatap layar gawai.

Saya berpendapat bahwa bermain game online terlalu lama membawa banyak dampak buruk. Pertama, dari segi kesehatan, mata kita akan cepat lelah dan rusak karena radiasi layar komputer atau ponsel. Kedua, bermain game hingga larut malam membuat siswa mengantuk di kelas, sehingga pelajaran berharga dari guru akan terlewatkan begitu saja. Rasanya sangat disayangkan jika masa depan kita terganggu hanya karena kecanduan permainan virtual.

Namun, bukan berarti kita sama sekali tidak boleh bermain game. Game online sebenarnya bisa menjadi hiburan yang sangat seru setelah lelah belajar seharian. Kuncinya adalah pembatasan waktu.

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua dan guru bekerja sama untuk membatasi waktu bermain anak-anak, misalnya maksimal satu jam dalam sehari. Menurut saya, melatih disiplin waktu sejak dini jauh lebih penting dan bermanfaat daripada mengejar skor tertinggi di dalam game.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru