Langsung ke konten utama

Tinta Akhir Tahun

(Karya: Erwin Hartono)
 
Ketika tinta akhir tahun kuhujamkan
dalam secarik kertas
yang masih tersisa
di halaman paling belakang
haruskah aku bercermin
pada tahun yang akan berlalu
yang hanya tinggal kenangan
dalam kaleidoskop kehidupan
 
ketika tinta akhir tahun kutancapkan
di bumi ibu pertiwi
yang masih bervirus Covid-19
lewati masa bertahun kelabu
tinggal kenangan
menunggu detik pergantian tahun
dengan melodi siap ditiup
trompet tahun baru
 
ketika tinta akhir tahun
tinggal setitik
untuk lukiskan
luasnya lautan kehidupan
menatap masa depan
biarlah sampai di sini
akhir tulisan dalam lembar kehidupan
yang akan dikenang
untuk menatap tahun baru.
 
                Pekanbaru, 30 Desember 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru