Langsung ke konten utama

Online Vs Tuhan

{Karya: Erwin Hartono}


Ketika jaringan itu dihantam badai
haruskah kita kehilangan hidup
grasak grusuk tak tentu
padahal kita masih bisa hidup
tanpa dihantui jaringan


aneh, zaman aneh
jaringan sudah berganti makanan pokok
jaringan sudah berganti oksigen
jaringan sudah berganti darah kehidupan


aneh, zaman aneh
ketika kehilangan jaringan
banyak yang hampir mati
pada hal jaringan membuat mati rasa
jaringan membuat tak peduli
jaringan mengacau keluarga
jaringan merusak anak
jaringan merusak saku
jaringan merusak moral
jaringan merusak sendi kehidupan
haruskah kita dewakan jaringan online
bagai Tuhan 
bagai persembahan
bagai kidung pujian
tanpanya, seolah dunia lenyap
sepertinya perlu ada virus baru
untuk menyejukkan alam sejenak
dari segala jaringan.

                                Pekanbaru, 12 Agustus 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...