Langsung ke konten utama

Online Vs Tuhan

{Karya: Erwin Hartono}


Ketika jaringan itu dihantam badai
haruskah kita kehilangan hidup
grasak grusuk tak tentu
padahal kita masih bisa hidup
tanpa dihantui jaringan


aneh, zaman aneh
jaringan sudah berganti makanan pokok
jaringan sudah berganti oksigen
jaringan sudah berganti darah kehidupan


aneh, zaman aneh
ketika kehilangan jaringan
banyak yang hampir mati
pada hal jaringan membuat mati rasa
jaringan membuat tak peduli
jaringan mengacau keluarga
jaringan merusak anak
jaringan merusak saku
jaringan merusak moral
jaringan merusak sendi kehidupan
haruskah kita dewakan jaringan online
bagai Tuhan 
bagai persembahan
bagai kidung pujian
tanpanya, seolah dunia lenyap
sepertinya perlu ada virus baru
untuk menyejukkan alam sejenak
dari segala jaringan.

                                Pekanbaru, 12 Agustus 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru