Langsung ke konten utama

Gelombang Pendemi

Karya: Erwin Hartono

Dari waktu ke waktu
gelombang itu semakin tinggi
kalahkan tsunami
kalahkan ombak yang mengamuk
yang masuk ke seluruh bumi
untuk mencari yang tak bermasker
gulungan yang mematikan
dalam gulungan gelombang covid
hancurkan raga
luluh lantakkan pusat nafas
jutaan manusia mati sia-sia
masih juga menari
dalam tarian tanpa masker
dalam nyanyian tanpa aturan jarak
setiap keras kepala
hari demi hari masih berani
berdiri dihadapan keramaian
masih tak peduli
urusan gelombang pendemi covid 19.

                                                    Pekanbaru, 2 Agustus 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...