Langsung ke konten utama

Gelombang Pendemi

Karya: Erwin Hartono

Dari waktu ke waktu
gelombang itu semakin tinggi
kalahkan tsunami
kalahkan ombak yang mengamuk
yang masuk ke seluruh bumi
untuk mencari yang tak bermasker
gulungan yang mematikan
dalam gulungan gelombang covid
hancurkan raga
luluh lantakkan pusat nafas
jutaan manusia mati sia-sia
masih juga menari
dalam tarian tanpa masker
dalam nyanyian tanpa aturan jarak
setiap keras kepala
hari demi hari masih berani
berdiri dihadapan keramaian
masih tak peduli
urusan gelombang pendemi covid 19.

                                                    Pekanbaru, 2 Agustus 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru