Langsung ke konten utama

Gelombang Pendemi

Karya: Erwin Hartono

Dari waktu ke waktu
gelombang itu semakin tinggi
kalahkan tsunami
kalahkan ombak yang mengamuk
yang masuk ke seluruh bumi
untuk mencari yang tak bermasker
gulungan yang mematikan
dalam gulungan gelombang covid
hancurkan raga
luluh lantakkan pusat nafas
jutaan manusia mati sia-sia
masih juga menari
dalam tarian tanpa masker
dalam nyanyian tanpa aturan jarak
setiap keras kepala
hari demi hari masih berani
berdiri dihadapan keramaian
masih tak peduli
urusan gelombang pendemi covid 19.

                                                    Pekanbaru, 2 Agustus 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru