Langsung ke konten utama

Aksara yang Bernanah


Karya: Erwin Hartono

 (Sumber foto: Animasi google)

Gejolak rasa di dada

terbuncah keluar bagai air tanpa selang

mengenai dahi kami

membasahi jidat kami

membanjiri muka kami

tak tahu diri

dengan arahan pikiran

tanpa kendali dan data

butakan mata hati

benci tapi mau

mau tapi benci

benci tapi mau

mau tapi benci

 

benci mau-mau

mau benci benci

benci mau-mau

mau benci benci....

 

engkau kata-katai

setiap kebijakan

engkau nodai

setiap tindakan

engkau kotori

setiap perbuatan

demi sebuah penghargaan

untuk disemat simbol-simbol perjuangan

demi sebuah jasa, itu katamu

demi sebuah pengabdian, itu katamu

demi sebuah buah aksaramu

yang sudah bernanah.

 

                                      Pekanbaru, 14 Agustus 2020

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...