Langsung ke konten utama

Postingan

Kado Pekanbaru Kota Madani

(Karya: Erwin Hartono) Jejak usia kotaku Dalam rentang waktu Terus bertambah Bertambah-tambah Terus bertambah-tambah Berbenah-benah Terus berbenah-benah Dalam wajah kemajuan Di tengah badai corona Oh.....kotaku kota madani Inilah rumah kami Yang sedang diporakporanda virus corona Oh....kotaku kota Pekanbaru Tempatku dilahirkan dan bersekolah Yang sedang dilanda virus corona Haruskan belajar jarak jauh Oh.....kotaku kota Bertuah Tempatku bermain bersama teman-teman Harus terhenti oleh virus corona Oh..... Pekanbaru smart city Yang harus kita benahi Kita jaga dan pelihara Dari berbagai prahara dan virus corona Kala kupandang jauh Dari jembatan leighton Terlihat geliat pembangunan Di tengah badai corona Smart city madani Smart city madani Smart city madani..... Kotaku Semakin hari semakin bersolek Gedung-gedung pencakar langit Membubung tinggi hiasi bumi lancang kuning kado terindah kota madani Di hari jadi Pekanbaru 236.

Apa Katamu?

(Karya: Erwin Hartono) Siapakah engkau ketika berkata-kata tanpa sekat kapan berhenti untuk membuncahkan kata-kata tanpa makna kebaikkan selalu sakiti lewat perkataan sendiri siapakah engkau yang selalu mendengki melihat hari-hari kehidupan tanpa hati lewat apa katamu?         Pekanbaru, 1 Juni 2020

Keramaian yang Sunyi

(Karya: Erwin Hartono) Kala keramaian itu memuncak Semua bersatu dalam suka ria Senandung gembira disuarakan Walau hanya sesaat Sebab begitu cepatnya Keramaian jadi sunyi sepi Bagai kota mati Tanpa penghuni Di mana keramaian wisata diri Yang dulu padati sesaki langkah-langkah Berjalan tanpa lelah Menapaki setiap tempat Di kota itu Hanya tersisa kesunyian Demi sebuah Corona Yang sedang lewat Menebar maut Dalam setiap langkah Menebar bencana Dalam setiap tempat Di sudut kota itu Kita pernah duduk duduk Sekadar menyaksikan keramaian Namun semua sirna Demi wabah Corona Keramaian kota Malaka Jadi sunyi senyap.            

Pintu Global Terkunci

(karya: Erwin Hartono) Ketika dunia tervirus wabah di mana-mana hingga ke pelosok diri harus sendiri terkunci dalam hening kengerian Di sinilah tempat bersemedi menikmati alam berwabah corona mengincar setiap nafas merentakan usia hidup          Hidup menjadi bulan-bulanan          corona begitu mengganas          hampir tak punya rasa          ruangan jadi sempit          pintu global pun dikunci rapat          inilah corona jadi kunci          hidup dan mati.                                Pekanbaru, 14 Maret 2020

Merajut Waktu

(Karya: Erwin Hartono) Sebuah kenangan terpotret dalam kerelaan lensa merekam setiap gerak langkah dibuat dalam memori yang dipaksa penuh demi sebuah maha karya Sebuah kenangan terpotret di tengah alam di tengah gedung-gedung tinggi jadi latar yang dipaksakan berpose tanpa make up berdiri dihadapan kamera hand phone demi sebuah rajutan waktu untuk dikenang dalam memori.         Pekanbaru, 12 Februari 2020

Bersimpuh Aku di Balik Kasih Sayang

(Karya: Erwin Hartono) Ibu…. engkaulah ruang teduh tempatku berlindung dari pagi hingga sore dari malam hingga subuh selalu membuat-ku tak pernah hilang arah hilang langkah hilang kasih sayang Oh, ibu..... engkau mencari nafkah menjemput berkah untuk anak-anakmu agar kami tak hidup susah tanganmu tak henti bekerja sediakan makanan kami engkau terus mengawasi setiap gerak dan langkah kami hingga masalah jadwal sekolah selalu ingatkan dan bimbing kami mengerjakan PR hingga mengantarkan kami sekolah Oh, ibu..... kasih sayang ibuku terukir sejak di kandungan kasih sayang ibuku tertanam sejak kuterlahir kasih sayang ibuku oh......engkaulah malaikatku, ibu.... bersimpuh aku di balik kasih sayang yang tiada henti mengalir bagai air sepanjang hayatmu terus mengalir oh.....engkaulah tempat harapan dan doa kupanjatkan tersebut nama ibuku yang selalu menemani hari-hariku yang selalu menemani masa bermainku yang selalu menemani belajarku yang selalu menemani tidurku yang selalu mengingatku hingg...

Kembali Terjadi

(karya: Erwin Hartono) Riak riak yang menakutkan Lewat lewat dengan mengerikan Kembali Datang Kembali Datang Datang kembali Bencana Perang Iri, dengki, prostitusi dan judi Masih terus terjadi Untuk terus menguji.                           Pekanbaru, 8 Januari 2020

Tata Ibadah Natal 2019

          PERAYAAN NATAL BERSAMA            GKRI ANUGERAH PEKANBARU 201 9       Selasa , 24 DESEMBER 2019 Tema : Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang (Yohanes   15:13-15) Sub Tema : Dengan semangat natal kita tingkatkan rasapersahabatan dan   persaudaraan antar-sesama   I.        Pra Ibadah 1.          Salam MC 2.        Prosesi (Diiringi lagu “A Mazing Grace) Amazing Grace, How sweet the sound That saved a wretch like me... I ones was lost but now am found Was blind, but now, I see... T’was Grace that taught... Mya heart to fear And Grace mya fears relieved How precious did that Grace appear The hour I first believed Through many dangers, toils dan snares We have already come T’was Grace that brought...