Langsung ke konten utama

Bersimpuh Aku di Balik Kasih Sayang

(Karya: Erwin Hartono)

Ibu….
engkaulah ruang teduh
tempatku berlindung
dari pagi hingga sore
dari malam hingga subuh
selalu membuat-ku tak pernah hilang arah
hilang langkah
hilang kasih sayang

Oh, ibu.....
engkau mencari nafkah
menjemput berkah untuk anak-anakmu
agar kami tak hidup susah
tanganmu tak henti bekerja
sediakan makanan kami
engkau terus mengawasi
setiap gerak dan langkah kami
hingga masalah jadwal sekolah
selalu ingatkan dan bimbing kami
mengerjakan PR hingga mengantarkan kami sekolah

Oh, ibu.....
kasih sayang ibuku
terukir sejak di kandungan
kasih sayang ibuku
tertanam sejak kuterlahir
kasih sayang ibuku
oh......engkaulah malaikatku, ibu....
bersimpuh aku di balik kasih sayang
yang tiada henti mengalir bagai air
sepanjang hayatmu terus mengalir
oh.....engkaulah tempat harapan
dan doa kupanjatkan tersebut nama ibuku
yang selalu menemani hari-hariku
yang selalu menemani masa bermainku
yang selalu menemani belajarku
yang selalu menemani tidurku
yang selalu mengingatku hingga di hari tuamu

Hari ini, aku rindu menuliskan puisi ini
rindu menyebut kasih sayangmu
kasih sayang yang tak pernah hilang dari hidupku.

        Pekanbaru, 19 Januari 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru