Langsung ke konten utama

Keramaian yang Sunyi

(Karya: Erwin Hartono)

Kala keramaian itu memuncak
Semua bersatu dalam suka ria
Senandung gembira disuarakan
Walau hanya sesaat
Sebab begitu cepatnya
Keramaian jadi sunyi sepi
Bagai kota mati
Tanpa penghuni
Di mana keramaian wisata diri
Yang dulu padati sesaki langkah-langkah
Berjalan tanpa lelah
Menapaki setiap tempat
Di kota itu
Hanya tersisa kesunyian
Demi sebuah Corona
Yang sedang lewat
Menebar maut
Dalam setiap langkah
Menebar bencana
Dalam setiap tempat
Di sudut kota itu
Kita pernah duduk duduk
Sekadar menyaksikan keramaian
Namun semua sirna
Demi wabah Corona
Keramaian kota Malaka
Jadi sunyi senyap.

           










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru