Langsung ke konten utama

Keramaian yang Sunyi

(Karya: Erwin Hartono)

Kala keramaian itu memuncak
Semua bersatu dalam suka ria
Senandung gembira disuarakan
Walau hanya sesaat
Sebab begitu cepatnya
Keramaian jadi sunyi sepi
Bagai kota mati
Tanpa penghuni
Di mana keramaian wisata diri
Yang dulu padati sesaki langkah-langkah
Berjalan tanpa lelah
Menapaki setiap tempat
Di kota itu
Hanya tersisa kesunyian
Demi sebuah Corona
Yang sedang lewat
Menebar maut
Dalam setiap langkah
Menebar bencana
Dalam setiap tempat
Di sudut kota itu
Kita pernah duduk duduk
Sekadar menyaksikan keramaian
Namun semua sirna
Demi wabah Corona
Keramaian kota Malaka
Jadi sunyi senyap.

           










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...