Langsung ke konten utama

Si Kancil dan Buaya

  


Di sebuah sungai, hiduplah seekor kancil yang cerdas dan licik. Dia suka menipu dan memperdaya hewan-hewan lain di sekitar sungai. Suatu hari, dia bertemu dengan seekor buaya yang besar dan ganas.

Buaya itu ingin memakan kancil, tapi kancil tidak mau menjadi makanannya. Kancil berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Buaya, aku tahu kamu ingin memakan aku, tapi aku tidak bisa menjadi makananmu sekarang. Aku memiliki sebuah ide yang lebih baik."

Buaya itu tertarik dan bertanya, "Apa idemu?" Kancil menjawab, "Aku akan memberimu uang yang banyak jika kamu membiarkan aku pergi."

Buaya itu sangat tertarik dan membiarkan kancil pergi. Kancil kemudian berlari ke hutan dan meninggalkan buaya yang tertipu. ***
Berbagai sumber/AI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru