Langsung ke konten utama

Si Kancil dan Buaya

  


Di sebuah sungai, hiduplah seekor kancil yang cerdas dan licik. Dia suka menipu dan memperdaya hewan-hewan lain di sekitar sungai. Suatu hari, dia bertemu dengan seekor buaya yang besar dan ganas.

Buaya itu ingin memakan kancil, tapi kancil tidak mau menjadi makanannya. Kancil berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Buaya, aku tahu kamu ingin memakan aku, tapi aku tidak bisa menjadi makananmu sekarang. Aku memiliki sebuah ide yang lebih baik."

Buaya itu tertarik dan bertanya, "Apa idemu?" Kancil menjawab, "Aku akan memberimu uang yang banyak jika kamu membiarkan aku pergi."

Buaya itu sangat tertarik dan membiarkan kancil pergi. Kancil kemudian berlari ke hutan dan meninggalkan buaya yang tertipu. ***
Berbagai sumber/AI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru