Langsung ke konten utama

Kisah Seekor Burung yang Hilang

Di hutan yang lebat dan hijau, hiduplah seekor burung kecil bernama Cip Cip. Cip Cip memiliki bulu yang indah berwarna biru dan sayap yang kuat. Ia suka bernyanyi dan terbang di atas pohon-pohon tinggi.

Suatu hari, Cip Cip terbang sendirian dan terpisah dari kawanan burung lainnya. Ia tidak tahu jalan pulang dan merasa sangat kesepian. Cip Cip mencari-cari kawanan burung lainnya, tetapi tidak ada yang menjawab.

Setelah beberapa jam, Cip Cip bertemu dengan seekor tupai yang bijak. Tupai itu bertanya kepada Cip Cip apa yang salah, dan Cip Cip menjelaskan situasinya. Tupai itu memberikan saran kepada Cip Cip untuk mengikuti sungai kecil yang ada di dekatnya, karena sungai itu akan membawanya ke tempat yang aman.

Cip Cip mengikuti saran tupai itu dan akhirnya menemukan kawanan burung lainnya. Mereka sangat bahagia melihat Cip Cip kembali dan mengucapkan terima kasih kepada tupai yang telah membantu Cip Cip.***


(Berbagai sumber/AI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru