Langsung ke konten utama

Kisah Burung Merak dan Kupu-Kupu

     Di sebuah hutan yang indah, hiduplah seekor burung merak yang sangat sombong. Dia memiliki bulu yang indah dan warna-warna yang cerah, sehingga dia merasa lebih baik daripada hewan-hewan lain di hutan.

Suatu hari, burung merak bertemu dengan seekor kupu-kupu yang lemah dan tidak memiliki warna yang cerah. Burung merak tertawa dan berkata, "Kamu tidak memiliki apa-apa yang istimewa. Kamu hanya seekor kupu-kupu yang lemah dan tidak berguna."

Kupu-kupu itu tidak marah, tapi malah berkata, "Saya mungkin tidak memiliki bulu yang indah seperti kamu, tapi saya memiliki sesuatu yang kamu tidak miliki."

Burung merak tertarik dan bertanya, "Apa itu?"

Kupu-kupu itu menjawab, "Saya memiliki kemampuan untuk berubah dan berkembang. Saya dapat berubah dari telur menjadi larva, kemudian menjadi pupa, dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Kamu tidak dapat melakukan itu."

Burung merak merasa keheranan dan menyadari bahwa dia telah salah. Dia meminta maaf kepada kupu-kupu dan berjanji untuk tidak lagi sombong. ***

Berbagai sumber/AI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru