Langsung ke konten utama

Kisah Burung Merak dan Kupu-Kupu

     Di sebuah hutan yang indah, hiduplah seekor burung merak yang sangat sombong. Dia memiliki bulu yang indah dan warna-warna yang cerah, sehingga dia merasa lebih baik daripada hewan-hewan lain di hutan.

Suatu hari, burung merak bertemu dengan seekor kupu-kupu yang lemah dan tidak memiliki warna yang cerah. Burung merak tertawa dan berkata, "Kamu tidak memiliki apa-apa yang istimewa. Kamu hanya seekor kupu-kupu yang lemah dan tidak berguna."

Kupu-kupu itu tidak marah, tapi malah berkata, "Saya mungkin tidak memiliki bulu yang indah seperti kamu, tapi saya memiliki sesuatu yang kamu tidak miliki."

Burung merak tertarik dan bertanya, "Apa itu?"

Kupu-kupu itu menjawab, "Saya memiliki kemampuan untuk berubah dan berkembang. Saya dapat berubah dari telur menjadi larva, kemudian menjadi pupa, dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah. Kamu tidak dapat melakukan itu."

Burung merak merasa keheranan dan menyadari bahwa dia telah salah. Dia meminta maaf kepada kupu-kupu dan berjanji untuk tidak lagi sombong. ***

Berbagai sumber/AI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...