Langsung ke konten utama

Pidato Tema: Banjir/Lingkungan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua, shalom.

Hadirin sekalian pada kesempatan kali ini, izinkan saya membawakan pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan agar terhindar dari banjir.

Manusia tidak pernah merasa cukup dan selalu mengeruk hasil alam hingga lupa membatasinya sehingga mendatangkan petaka. Walaupun ada segelintir orang yang sering menjaga kebersihan lingkungan tetapi kita perlu semua orang berpartisipasi.

Hampir setiap tahun banyak nyawa melayang karena bencana seperti banjir bandang. Banjir juga bisa disebabkan karena manusia sering membuang sampah sembarangan seperti plastik padahal tidak bisa didaur ulang.

Sekarang jumlah plastik sangat banyak bahkan hingga ratusan kali lipat dibanding jumlah sampah yang sudah terurai. Tidak hanya mengancam nyawa makhluk hidup tetapi juga menyebabkan banjir, polusi, penyakit malaria, dan sebagainya.

Agar keseimbangan alam tetap terjaga semua manusia harus bekerja sama melakukan tindakan kecil dan besar. Misalnya mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos untuk tanaman pekarangan.

Lalu sampah anorganik seperti plastik dan botol bisa dimanfaatkan kembali menjadi kerajinan tangan, alat tulis, dan pot tanaman. Langkah sederhana yang dilakukan secara rutin bisa membuat lingkungan lebih sehat dan layak huni.

Sekian pidato saya terkait banjir semoga hadirin sekalian bisa mengambil sedikit pelajaran. Kurang lebihnya mohon maaf, Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Shalom. (*)

=====================================================


Pidato Tema: Lestarikan Budaya

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Shalom, Oom Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. 


Yang terhormat guru dan teman-teman.

Kita semua berterima kasih kepada Tuhan karena dapat berkumpul di hari yang cerah ini. Izinkan saya menyampaikan pidato yang berkaitan dengan konservasi budaya Indonesia.

Hadirin yang terhormat, Indonesia memiliki banyak kekayaan. Semua suku memiliki budaya lokal yang berbeda. Kebudayaan Indonesia sangat indah dan unik. Tak mengherankan bahwa begitu banyak orang asing yang ingin belajar tentang budaya Indonesia.

Sebagai generasi penerus, kita diharapkan dapat melestarikan kebudayaan Indonesia karena kita berasal dari Tanah Air tercinta ini. Jangan sampai keberagaman budaya ini hilang karena zaman dan terpengaruh oleh budaya lain. Ada banyak cara untuk melestarikan budaya Indonesia. Salah satunya adalah dengan belajar bahasa lokal, tradisi, dan cara memasak makanan khas dari berbagai daerah.

Berbanggalah untuk terus mengangkat nama Indonesia yang indah. Sekian pidato ini, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Salam sejahtera, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...