Langsung ke konten utama

Natal yang Teduh

(Karya: Erwin Hartono)

Cahaya dari surga itu kini bersinar
Di hati mama papa
Di hati bapak ibu guru
Di hati kita semua

Cahaya dari surga itu bernama natal
Kita sambut bersuka ria
Kelahiran Sang Penebus dosa
Malaikat Tuhan yang turun ke bumi
Menitipkan anak manusia, Kristus Yesus

Cahaya dari surga itu kini bersinar
Di tempat ini kita rayakan
Lentara kehidupan, pembawa keselamatan
Natal yang teduh kedamaian.

(Pekanbaru, 26 November 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru