Langsung ke konten utama

Doa untuk Ibu


(Karya: Erwin Hartono)


Ibu….
engkaulah ruang teduh
tempatku berlindung

Dari pagi hingga sore
dari malam hingga subuh 
tanganmu tak henti bekerja
menyediakan makanan kami
menyusun buku-buku dan perlengkapan sekolah kami
kakimu tak henti melangkah
ke sana…. ke mari…
pergi ke pasar untuk belanja
hingga mengantar kami sekolah

Ibu….
inilah aku anakmu
anak yang dulu membebani dirimu 9 bulan
engkau bertarung di antara hidup dan mati
kami hanya bisa memberimu gelisah dan cemas
merampas lelapmu di malam hari

Maafkan kami yang selalu melawan
maafkan kami yang selalu menyakiti hatimu
kubersimpuh di kakimu, ibu....
kubersujud di telapak kakimu, ibu....
ampunilah Tuhan dosa ibuku
muliakanlah ibuku dengan segala karunia
kutitip ibu lewat doa-doaku.


Pekanbaru, 14  November 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru