Langsung ke konten utama

Labirin Kemerdekaan di Tengah Asap

(Karya: Erwin Hartono)

74 tahun usia kemerdekaan
lentera kemakmuran masih sekedar retorika
yang padam ketika usai pesta
hiruk pikuk politik
mempertaruhkan paru-paru
yang terbiasa menerima asupan asap
bukti merdeka kalian
ciptakan negeri labirin di tengah asap

74 tahun kemerdekaan
dalam imajinasi di novel-novel
cerpen-cerpen dan puisi
jangan kalian sebut kreativitas
membentuk negeri dari asap
mengalir keseluruh isi paru-paru
tragedi yang kalian ciptakan
labirin kemerdekaan di tengah asap

74 tahun kemerdekaan
membawa alam maut
atas kepentingan ekonomi kalian
biarkan kami berselimut asap
karena kalian telah anggap kami
hanya sebagai ikan asap
yang berenang di labirin kemerdekaan.

Pekanbaru, 18 Agustus 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...