Langsung ke konten utama

Minta Maaf Bukan Melihat Salah atau Benar

     Banyak orang merasa diri benar. Baik itu benar karena pengakuan dari teman-temannya atau orang banyak maupun benar dari diri sendiri. Benar dari pengakuan orang banyak sebenarnya tidak ada masalah. Namun kalau benar dari pengakuan diri sendiri menjadi masalah bahkan menunjukkan kesombongan. Sebab memang, orang sombong tidak pernah mengaku salah dan menganggap selalu benar.
    Itulah sebabnya orang sombong susah meminta maaf. Ada unsur ego dal
am diri yang mengatakan dirinya benar, sehingga mengapa harus minta maaf. Berpulang dari benar atau salah, bukan menjadi dasar seseorang mau minta maaf. Namun bila seseorang memiliki kerendahan hati, minta maaf bukanlah hal yang sulit dilakukan. Artinya kesombongan akan melahirkan keegoan.
    Intinya, kalau kita merasa ada salah minta maaf sangat diperlukan. Kalau pun tidak bersalah dan terlanjur minta maaf juga bukanlah masalah. Hendaknya kita memiliki kerendahan hati sehingga memiliki rasa kemanusiaan yang sesungguhnya. *** (erwin hartono)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru