Langsung ke konten utama

Perubahan yang Indah

(Oleh: Erwin Hartono)

Sebuah proses perubahan selalu menjadi momok di manapun dan dalam situasi apapun. Terkadang perubahan membuat seseorang tersiksa. Perubahan juga membuat orang menderita. Ketika kita merasakan dan dimajakan oleh subsidi pemerintah, baik itu subsidi listrik maupun BBM kita merasa nyaman, karena harga belinya menjadi murah. Namun tanpa kita sadari subsidi tersebut membebani keuangan negara yang seharusnya bisa diperuntukkan untuk pembangunan. Ketika perubahan terjadi, di mana subsidi ditarik, rakyat banyak yang menjerit.

Demikian jugalah bentuk perubahan yang terjadi di tempat kerja. Perubahan dibuat untuk meningkatkan kinerja, namun terkadang perubahan itu tidak disertai dengan konpensasi yang lain. Perubahan dilingkungan kerja juga terkadang terkesan otoriter. Terkadang pimpinan seenaknya membuat sebuah aturan kerja, tetapi dia sendiri melanggar aturan tersebut. Atau si pimpinan tidak ikut dalam perubahan itu. Atau bisa juga, si pimpinan hanya tahunya memerintah, tetapi sebenarnya dia sendiri tidak mampu mengerjakannya.

Hal ini sering dan banyak terjadi. Anak buah atau bawahan ditekan mengerjakan sesuatu, sementara sebagai pimpinan, dia tidak bisa atau tidak mengusai yang ditugaskan kepada bawahan atau anak buah. Inilah yang sering terjadi di dunia kerja.

Perubahan itu sebenarnya indah, seindah kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu. ***  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru