Langsung ke konten utama

Perayaan Cap Go Meh SKKK Dihadiri Ribuan Orang

Perayaan Cap Go Meh Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Pekanbaru bertema "Ragam Budaya, Satu Indonesia" dihadiri ribuan orang, di halaman sekolah, Jumat (2/3).

Perayaan Cap Go Meh yang dimulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB diisi berbagai acara mulai dari bazar, periksa darah, pentas seni, door prise dan pelepasan lampion terbang hingga kembang api yang menambah meriah acara ini.

"Perayaan Cap Gomeh ini dimeriahkan murid-murid Tuhan. Walaupun kita berbeda-beda budaya tetapi satu dalam murid Tuhan, satu Indonesia," kata hamba Tuhan," Tedi.

Sementara itu, Direktur Sekolah Kalam Kudus Pekanbaru, Hadi Widodo berterima kasih kepada orang tua murid yang berpartisipasi memeriahkan acara ini.

"Terima kasih kepada sponsor dan terima kasih kepada seluruh siswa," kata Hadi.

Kegiatan Cap Go Meh ini dihiasi berbagai tarian nusantara dari Sabang hingga Merauke. Anak-anak yang ambil bagian dalam mengisi acara begitu lincahnya menarikan beragam tarian nusantara.

Yang menariknya pada perayaan Cap Go Meh ini, para guru berpakaian adat tradisional masing-masing dan ikut dalam peragaan busana layaknya mode.

Diakhir acara pelepasan lampion terbang dan pesta kembang api menambah kemeriahan Cap Go Meh. (erwin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...