Novel: Legenda dari Labuh Baru Timur (Karya: Erwin Hartono) BAGIAN I Negeri Rawa yang Menyimpan Rahasia Tahun 1975. Mentari pagi baru saja muncul dari balik kabut yang menyelimuti hamparan rawa di sebelah barat Kota Pekanbaru. Pada masa itu, kawasan yang kini dikenal sebagai Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki , belum dipenuhi rumah-rumah beton maupun jalan beraspal. Di mana-mana hanya terlihat rawa yang luas, semak belukar, pohon gelam, pohon nibung, rotan liar, dan aliran air berwarna kecokelatan yang berkelok-kelok seperti ular raksasa. Bila musim hujan tiba, air akan meluap. Jalan setapak yang dibuat warga hilang ditelan banjir. Orang-orang lebih sering menggunakan sampan daripada berjalan kaki. Di tepi sebuah rawa berdirilah rumah panggung sederhana milik Erwin dan istrinya, Ayu . Rumah itu terbuat dari papan meranti dengan atap rumbia. Di bawah rumah, air rawa mengalir tenang. "Alvaro... Alvari... bangun. Matahari sudah tinggi,...