Langsung ke konten utama

Tujuh Saudara yang Suka Berselisih

 (Karya: Kak Nurul Ihsan)

Ada seorang petani yang memiliki 7 putra. Mereka sering bertengkar setiap hari. Suatu hari petani merasa bosan dengan kebiasaan ketujuh putranya itu.

Lalu, ia mengumpulkan mereka. Kemudian petani mengambil tujuh batang lidi kecil dan mengikatnya menjadi satu. "Coba kalian patahkan tujuh batang ini!" suruh petani pada ketujuh putranya.

Namun, tak ada satu pun putranya yang bisa mematahkan ikatan bambu itu.

Petani kemudian memberikan sebatang lidi pada masing-masing putranya. Maka dengan mudah ketujuh putranya bisa mematahkan sebatang lidi itu.

"Jika kalian bersatu, maka kalian akan kuat. Tapi jika kalian bercerai-berai karena sering berselisih, maka kalian akan lemah dan mudah dikalahkan lawan," nasehat Petani kepada ketujuh putranya. (net)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru