Langsung ke konten utama

Surat November

 (Karya: Erwin Hartono)



Surat ini ditulis

dengan tinta dan air mata darah

kemerdekaan ini diraih

dengan taruhan nyawa

dihadapan peluru penjajah

demi kehidupanku, demi kehidupanmu, demi kehidupan kita

sertivikat tertinggi kemerdekaan

ditorehkan dengan tinta emas

jangan hancurkan

dengan pidato-pidatomu

dengan aksi orasimu

dengan debatmu di kamera tivi

jangan hancurkan dengan kata kebencian

menebar di media sosial

sebab persatuan adalah jiwa

kesatuan adalah nafas

perbedaan jadi warna-warni yang indah

jangan hancurkan

sebab Indonesia bukan untuk hari ini

Indonesia adalah milik kita

biarlah bhineka tunggal ika

yang sudah terpatri

jangan dicerai beraikan

hanya untuk memenuhi keinginan

sebab Indonesia bukan hanya hari ini

biarlah pembangunan terus bergeliat

sepanjang jalan negeri

menerobos seluruh pelosok

jangan dirusak

jangan dibakar

jangan dihancurkan

sebab Indonesia bukan untuk hari ini saja

yang harus musnah karena wabah corona

membara di sekitar kita

siap mengantarkan nyawa

mari bersama-sama insan Indonesia

perangi wabah yang membara

dengan senjata protokol kesehatan

Indonesia harus kita wariskan selamanya

sebab Indonesia untuk selama-lamanya.

                        Pekanbaru, 10 November 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...