Langsung ke konten utama

Simponi Waktu


(Karya: Erwin Hartono)

Ketika mentari menyapa isi bumi
Lewat pagi hari simponi waktu berbunyi
Pengingat masa dalam memori
Untuk dikenang sebagai koreksi diri
                Simponi waktu itu 1975
                Terlahir dalam kelemahan
                Untuk menetap dalam dekapan dunia
                Penuh melodi untuk dilewati
                                Simponi waktu kini 2019
                                Batang usia semakin bertambah
                                Untuk melanjutkan alunan melodi
                                Yang semakin berlika-liku
                                Dalam dekapan simponi waktu.

Pekanbaru, 4 Desember 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Asal Usul Sungai Siak

          Pada zaman dahulu, di sekitar daerah Sungai Siak, terdapat banyak petani cabai yang sangat bergantung pada hasil panen cabai mereka. Namun, suatu musim, cabai gagal panen dan banyak yang membusuk. Para petani sangat kecewa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan cabai yang busuk itu. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan untuk membuang cabai yang busuk itu ke dalam Sungai Siak. Hari demi hari, cabai yang busuk terus dibuang ke dalam sungai, membuat air sungai menjadi pedas dan berwarna kemerahan. Suatu hari, sekelompok orang Batak berlayar di Sungai Siak, mencari tempat untuk beristirahat dan mengisi persediaan air. Mereka merasa haus dan tidak ada air bersih di sekitar, sehingga mereka memutuskan untuk meminum air sungai. Saat mereka meminum air sungai, mereka langsung merasakan kepedasan yang sangat kuat. Mereka serentak mengatakan "Siak!" karena dalam bahasa Batak, "siak" berarti pedas. "Siak kali air sungai ini, bah. Berarti ini...

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru