Langsung ke konten utama

Jarahan Demokrasi

(Karya: Erwin Hartono)
  
Ketika orang-orang sibuk
berpanggung politik
mendadak jadi orang baik
tebar senyuman setiap sudut
sampai pipi terasa kaku
karena dituntut senyum yang dibuat-buat
lihatlah kaos gratis
yang dengan angkuh terpampang foto
bak artis dadakan
yang aku pun tak kenal
bahkan malas kenal
lihatlah berbagai selfi di spanduk
hingga ketoilet umum
tanpa ragu dan malu
terpampang foto-foto
hingga ke tempat pembuang sampah
dengan bangga foto-foto dipajang
inilah sisa-sisa jepretan
yang tak terhargai
bergantungan di pagar-pagar
di atas selokan pembuangan air
bekas aliran sebokan
dan tinja-tinja bermain
tak ragu foto-foto dipampang
hingga di tempat lain
terurai kebaikan dadakan
sembako gratis
minyak gratis
hingga baju gratis
yang terjadi lima tahunan
sebab dunia sudah edan
merusak otak sadar
rakyat pun jadi bijak
untuk terima bayaran
untuk terima sembako
untuk terima baju
untuk terima-terima
siapa bayar
dia dapat
sebab inilah ajaran demokrasi kalian
yang diwariskan
sebab inilah ajaran politik kalian
yang memutar-balikkan
biarlah aku juga sibuk
dengan setumpuk jarahan demokrasi
dari kalian
yang dibagi-bagikan atas nama bantuan
atas nama kepura-pura pedulian kalian.

                                                                               Pekanbaru, 18 Februari 2019



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru