Langsung ke konten utama

Bom Nuklir Abad Ini

(Karya: Erwin Hartono)


Bom nuklir abad ini
menghantam Riau
dalam bentuk asap pekat yang semakin pekat
hantam negeriku berminggu-minggu
tanpa kenal usia
tua muda jadi sasaran
generasi gagal
terpapar asap
yang berdampak
pada janin-janin
bernafaskan asap
yang rusak otak dan paru
inilah bom atom abad ini
masih tertawakah kalian
masih bernyalikah kalian membunuh kami
pelan-pelan
demi perusahaan bersar itu
demi pemilik si lahan sawit
kalian hanya bernyali
membunuh kami
tapi kalian ciut dengan tawaran duit
dari pemangsa hidup kami.

Pekanbaru, 22 September 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru