Langsung ke konten utama

Pidato 2019

Elsa Shavinna Govant

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat; Direktur Yayasan Pendidikan Kristen Kalam Kudus
Yang terhormat; Kepala Sekolah SD KK dan majelis guru, serta para undangan yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita sampaikan puji syukur ke hadirat Tuhan kita, Yesus Kristus, di mana pada hari yang berbahagia ini, kita bisa merayakan acara spesial perpisahan siswa kelas 6 di tempat ini. Untuk tidak berpanjang lebar, saya mewakili teman-teman kelas 6 menyampaikan terimakasih kepada guruku tercinta yang selama enam tahun telah membimbing kami dengan bersusah payah. Para guruku tercinta sampai merelakan waktu, tenaga dan pikirannya terkuras hanya demi kami, demi keberhasilan kami.

Tidak terasa, waktu yang enam tahun kita lalui di SD Kalam Kudus ini. Selama enam tahun itu tentu banyak kisah yang kita jalin, baik kisah yang menjengkelkan para guruku maupun peristiwa yang membahagiakan. Maka dari itu, saya mewakili teman-teman siswa kelas enam mohon maaf, apabila kiranya tingkah laku dan perbuatan kami yang selama enam tahun itu telah menyingung perasaan para guruku tercinta. Kami menyadari, selama dibimbing guru-guruku pun, kami sering melanggar perintah dan peraturan di sekolah, baik secara sengaja maupun tidak. Mungkin inilah yang dinamakan sifat kenakalan ke kanak-kanakan kami. Kiranya maafkanlah itu bapak dan ibu guruku.

Di hari berbahagia ini, kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, di mana para guruku tercinta telah bersusah payah membimbing kami hingga berhasil mencapai cita-cita awal kami dengan nilai kelulusan yang semoga memuaskan. Sungguh para guruku di SD Kalam Kudus sangat berjasa, mulai kami tidak bisa membaca dan berhitung, sampai kami bisa adalah berkat kesabaranmu mengajari kami.

Bapak dan ibu guru yang saya cintai, teman-temanku sekalian dan undangan yang berbahagia, sungguh sebenarnya air mata ini tidak bisa terbendung kalau mengingat-ingat kejadian yang kita untai selama enam tahun. Kita memang sudah seperti keluarga sendiri, keluarga besar SD Kalam Kudus. Tapi sepertinya roda akan terus berputar, seiring berputarnya waktu.  Dan saat inilah waktu yang tepat untuk kita berpisah. Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi.

Sebelum saya mengakhiri pidato ini, izinkanlah saya melantukan sebuah lagu terindah sebagai kenangan kami kepada seluruh guru terbaikku di SD Kristen Kalam Kudus.

Oh Yerusalem (gubahan)
Oh Kalam Kudus sekolah tercinta
hatiku senang di sana
tak lama lagi kita kan berpisah
hantar kami dalam doa
terimakasih guru kalam kudus
atas jasa dan doamu.

Kiranya saya mewakili teman-teman harus mengakhiri pidato ini. Saya juga minta maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung dan kurang berkenan di hadapan bapak dan ibu guru serta teman-teman dan undangan. Untuk itu, sekali lagi saya menghaturkan terima kasih kami kepada guruku di SD Kristen Kalam Kudus. Selamat berpisah guruku. 
Sekian dan terima kasih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...