Langsung ke konten utama

Negeri Membaca

(Karya: Erwin Hartono)

Kuayun langkah demi langkah
Menapaki negeriku yang terbentang dari sabang hingga merauke
Kutancapkan goresan penaku
Di setiap langkah itu
Untuk mendirikan negeri menulis
Kuhujamkan kata-kata lewat aksara
Di setiap bait buku itu
Untuk mendirikan negeri membaca
Negeri literat

Walau kata orang
Negeriku masih rabun aksara
Walau kata orang
Negeriku  masih tumpul menulis
Walau kata orang
Negeriku negeri malas membaca

Kini masih ada celah dan kerinduan
Menggauli linguistik
Hingga menghasilkan aksara demi aksara yang kreatif
Di khatulistiwa tanda baca
Huruf-huruf itu harus bermakna
Di tangan-tangan anak negeri.


Pekanbaru, 27 Agustus 2018



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Puisi dan Parafrasa

Nelayan Nelayan setiap hari kau pergi Ke laut untuk mencari ikan Untuk memenuhi kebutuhan keluarga Walau ada badai dahsyat kau tak peduli. Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah. Dia melakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dahsyat yang menerpa, namun dia tetap tak peduli demi kelangsungan hidup sehari-hari. =================================== Tangisan Air mata Bunda Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu Derita kala siang dan malam menimpamu tak sedetik pun menghentikan langkahmu Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku Bentuk Parafrase puisi ke prosa: Ibu tetap tersenyum walaupun dalam kondisi letih. Meskipun bekerja keras ketika siang dan malam, tidak pernah sedetik saja ia menyerah. Untuk tetap bisa memberikan harapan baru bagi anaknya.

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru