Langsung ke konten utama

Negeri Membaca

(Karya: Erwin Hartono)

Kuayun langkah demi langkah
Menapaki negeriku yang terbentang dari sabang hingga merauke
Kutancapkan goresan penaku
Di setiap langkah itu
Untuk mendirikan negeri menulis
Kuhujamkan kata-kata lewat aksara
Di setiap bait buku itu
Untuk mendirikan negeri membaca
Negeri literat

Walau kata orang
Negeriku masih rabun aksara
Walau kata orang
Negeriku  masih tumpul menulis
Walau kata orang
Negeriku negeri malas membaca

Kini masih ada celah dan kerinduan
Menggauli linguistik
Hingga menghasilkan aksara demi aksara yang kreatif
Di khatulistiwa tanda baca
Huruf-huruf itu harus bermakna
Di tangan-tangan anak negeri.


Pekanbaru, 27 Agustus 2018



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Infografis Sekolahku Bersih

Infografis (Karya: Artika/kelas 6C)  

Kover Buku: Rahasia di Balik Pintu Ketiga

Karya: Adelia Rus Arumsar - Kls 5B SD Kalam Kudus Pekanbaru  

Cerita Rakyat Melayu Riau : Legenda Putri Tujuh

            Legenda Putri Tujuh sangat termahsyur di Dumai dan menjadi cerita rakyat melayu Riau. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kerajaan bernama Seri Bunga Tanjung yang terdapat di Dumai. Kerajaan ini diperintah oleh seorang Ratu yang bernama Cik Sima. Ratu ini memiliki tujuh orang putri yang elok nan rupawan. Dari ketujuh putri tersebut, putri bungsulah yang paling cantik, namanya Mayang Sari.           Putri Mayang Sari memiliki keindahan tubuh yang sangat mempesona, kulitnya lembut bagai sutra, wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama, bibirnya merah bagai delima, alisnya bagai semut beriring, rambutnya yang panjang dan ikal terurai bagai mayang. Karena itu, sang Putri juga dikenal dengan sebutan Mayang Mengurai.           Seorang pangeran ternama bernama Empang Kuala terpikat dengan kecantikan Mayang Suri. Kemudian ia bermaksud melamar sang gadis. Namun tanpa diduga, pinangan...